Menjadi Tamu Allah

Haji

“…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam ” (Qs Al-Imran :97).

Pergi ke tanah suci untuk menunaikan Rukun Islam yang ke lima tentu harapan semua umat Islam. Dan syukur Alhamdulillah tahun ini keinginan saya & suami untuk daftar haji terlaksana, walaupun harus menunggu 7 tahun lagi untuk berangkat.

Tulisan ini bukan bermaksud riya, mungkin pengalaman kami bisa dijadikan rujukan untuk yang akan daftar haji.

Bagaimana tahapannya :

Memiliki tabungan haji dengan saldo minimal 25 juta.

Pendaftaran ke Departemen Agama 

Untuk yang berada di wilayah kabupaten Bogor Kementarian Agama berada di Pemda Bogor Jl. Tegar beriman.

1. Untuk menghindari antrian sebaiknya datang pagi dengan membawa dokumen ini :

  • KTP
  • Buku Tabungan Haji
  • Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas setempat (bukan dokter praktek).
  • Kartu Keluarga
  • Akte kelahiran, Ijazah, Surat Nikah (Salah satunya saja).
  • Paspor bagi yang sudah memiliki.
  • Surat Pernyataan domisili dari Kepala Desa/Lurah yang diketahui Camat setempat di atas materai 6000.

2. Daftar ke loket pendaftaran dengan menunjukan dokumen yang kita bawa. Kemudian kita akan diberikan form isian. Pengalaman saya semua berkas harus difoto copy dengan ukuran A4 jadi berkas foto copy yang saya siapkan dari rumah tidak terpakai🙂 menurut info petugas ini peraturan baru per 1-4-2013 untuk memudahkan proses scanner. Jadi tidak usah foto copy dari rumah nanti saja di koperasi Depag supaya tidak mubajir.

3. Kembalikan form yang telah kita isi beserta foto copy dokumen kebagian pendaftaran. Setelah menunggu beberapa saat kita akan menerima tanda terima dokumen  & 1 set map berkas pendaftaran haji.

4. Membawa tanda terima tersebut ke koperasi untuk membayar biaya foto @70 rb. Setelah itu serahkan berkas & Tanda terima ke ruang siskohat. Disini kita akan menerima tanda terima dokunen yang sudah terisi jadwal foto dan pengambilan sidik jari seperti dokumen di bawah ini :

image

Lagi-lagi ini peraturan per 1 April 2013. Karena sebelumnya untuk Foto & pengambilan sidik jari bisa dilakukan pada hari itu juga… hmmm jadi harus cuti 2 hari nih.

5. Besoknya kami datang lebih pagi dari jadwal yang diberikan berharap bisa selesai 1/2 hari jadinya bisa lanjut kerja. Ternyata sampai sana sudah full. Kami kebagian jam 11. Setelah dilakukan pemotretan dan pengambilan sidik jari kita akan menerima 1 set berkas pendaftaran kita ditambah foto-foto dengan dengan berbagai ukuran plus CD foto kita (katanya apabila diperlukan tinggal cetak. Selain itu kita juga akan menerima Surat Pendaftaran Pergi haji [SPPH], yang sudah dilengkapi dengan foto tercetak ukuran 3×4 dan sidik jari [jempolkanan kita].

6. Kita diminta untuk memeriksa kembali isian pada Lembar SPPH sebelum kita tandatangangi. Setelah itu serahkan SPPH untuk ditandatangani pejabat yang berwenang.

7. Setelah itu kita akan merima 1 set berkas pendaftaran hari termasuk SPPH yang harus kita serahkan ke Bank untuk booking porsi. Selesai sudah pendaftaran di Depag.

Booking Porsi

Apa maksudnya ? Yaitu istilah dimana kita sudah terdaftar dalam siskohat [sistem komputerisasi haji terpadu)] di Depag dan terdaftar dalam komputer haji seluruh Indonesia. Untuk mengecek estimasi tanggal keberangkatan bisa di cek di http://haji.kemenag.go.id/

SPPH [Surat Pendaftaran Pegi Haji] dari Depag  kita bawa ke Bank dimana kita membuka tabungan haji. Lalu kita berikan SPPH, buku tabungan haji dan foto 3×4=3 & 4×6=1, kita tunggu sebentar. Kemudian petugas Bank akan membuat surat tanda booking porsi yaitu Tanda Bukti Setoran Awal BPIH. Di Dalam surat tsb sudah ada no antrian kita (waiting list). Tanda Bukti Setoran Awal BPIH ada 5 lembar, lembar pertama, warna putih untuk dokumentasi kita, lembar kedua buat pihak Bank, lembar ke3,4,5 buat Kantor Depag. Namun karena keterbatasan area penyimpanan di Depag maka setelah kita melakukan penyetoran setoran awal BPIH, semua dokumen disimpan oleh pendaftar. Nanti 1 Tahun sebelum keberangkatan kita baru kembali lagi ke Depag untuk pembaharuan dokumen (karena antrian keberangkatan yang bertahun-tahun biasanya KTP pada saat daftar sudah tidak berlaku lagi pada saat keberangkatan).

Menunggu Panggilan

Disinilah kesabaran kita diuji. Karena menunggunya bukan sehari atau 1 bulan tetapi bertahun-tahun. Kami yang daftar tahun ini menurut estimasi baru akan berangkat pada tahun 2020. Kita ambil hikmahnya saja bahwa dengan menunggu ini kita bisa lebih mempersiapkan diri sehingga dapat melakukan ibadah haji dengan baik.

Umpamanya pada saat kita menunggu dan Allah lebih dahulu “memanggil” kita untuk kembali kepada-NYA ya sudah tidak apa-apa. Setidaknya kita sudah berusaha niat untuk melaksanakan ibadah haji. Wallahu a’lam

Semoga Allah menyampaikan usia kami sehingga kami dapat melaksanakan ibadah haji ke Baitullah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s