Natin Memotivasi Diri Sendiri

From http://www.dadangkadarusman.com

By Dadang Kadarusman ⋅ April 4, 2012 ⋅

Susana jadi dingin.
Bukan dingin sejuk. Tapi dingin membeku. Keadaan yang tidak memancarkan kehangatan. Segalanya serba kaku. Dan orang-orang di kubikal pada membisu.

Ternyata benar.
Mendung tidak selalu disebabkan oleh awan. Tidak juga karena sedang turun hujan. Sedang panas terik seperti ini pun bisa terjadi mendung hingga suasana dingin mencekam seperti itu.

Semua orang sedang pada bete. Padahal hanya soal sepele.
Ada seorang pejabat tinggi di perusahaan – tidak usah disebut namanya – yang mengeluarkan kata-kata tidak patut. Yang nggak pantes diucapkan oleh seorang pemimpin. Yang menyinggung perasaan orang-orang di kubikal.

Setelah selama beberapa hari ini suasana di kubikal menjadi sedemikian harmonis dan indahnya. Tiba-tiba saja berubah 180 derajat seketika ’beliau’ kembali dari perjalanan dinasnya di luar negeri. Nampaknya. Suasana kondusif yang dalam beberapa hari terakhir sudah terbentuk itu akan sirna. Lalu kubikal kembali kepada wujudnya yang nyaris menyerupai kuburan seperti sebelumnya.

”Kenapa pada heran sih!” Sengit Opri. ”Dia kan emang orang kayak gitu dari dulu.” tegasnya.

Semua orang sudah mengenal betul perangai orang itu. Maksudnya, orang yang satu itu. Namanya…. nggak etislah kalau menyebut namanya. Lagian, sudah lama sekali orang-orang di kubikal nggak pernah lagi menyebut nama beliau. Orang-orang lebih suka menyebutnya ’YKW’.

YKW itu bukan inisial seperti halnya JK untuk Jusuf Kalla. Dan DK untuk Dadang Kadarusman. YKW itu singkatan dari ’You Know Who’. Elo tahulah siapa yang dimaksud. Ya… orang yang itu. Orang yang orang lain sudah enggan untuk sekedar menyebut namanya. Seperti sebutan untuk Voldermort dalam novel Harry Potter deh.

”Gue ngerti Pri,” tukas Fiancy. ”Tapi kok YKW nggak berubah juga sih. Berubbbaaaah gitu loh….”

”Elo bener,” balas Opri. ”Tapi elo bisa apa?” sergahnya.
”Emangnya elo nggak sakit hati diomongin kayak gitu sama YKW, Pri?” selidik Fiancy.
”Banget.” Wajah Opri merengut. ”Kalau bukan boss, udah gua aaaarrrrggghhh….” katanya. Sambil mengepalkan tangannya seperti hendak nonjok.

”Gue jadi males ngapa-ngapain,” Aiti menyela dari belakang.
”Gue juga.” keluh yang lain.

Sedari tadi mereka cuman bisa manyun aja di depan komputernya masing-masing. Sepertinya nggak ada gairah untuk mengerjakan apapun.

Benar sekali.
Sikap. Perkataan. Dan perlakukan atasan itu sangat besar sekali pengaruhnya kepada bawahan. Sayangnya, kita nggak selalu bisa memilih atasan. Jadi, seringnya ya kita mesti terima saja sebagai satu paket apa adanya.

Tapi ya.. itu tadi.
Pemimpin seperti YKW itu lebih bagus dalam memimpin ketika sedang tidak ada di tempat. Sedangkan ketika berada di tempat. YKW lebih banyak menyinggung dan menyakiti perasaan orang-orang yang dipimpinnya. Sia-sia semua usaha yang dilakukan oleh orang-orang kubikal untuk mengikuti nilai-nilai Natin selama ini. Semangat yang sudah terbentuk itu harus hancur lagi terlindas oleh perilaku pemimpin seperti YKW.

Hasilnya?
Boro-boro tambah rajin bekerja. Orang-orang dikubikal malah jadi malas melakukan apapun. Jangankan bekerja lebih baik dari biasanya. Untuk mengambil minuman di pantry pun mereka nggak punya selera.

”Mohon perhatian….” suara merdu resepsionis terdengar melalui pengeras suara. Ada pengumuman. Dan semua orang di kubikal wajib mendengarnya tanpa kecuali. Semua orang harus berhenti untuk mendengarkan alunan suara resepsionis yang dibuat seperti panggilan masuk ke bioskop itu.

”Mohon perhatian seluruh karyawan…” katanya.
”Menu hari ini…” demikian resepsionis meneruskan. Semua orang mendengarkan. Tiba-tiba saja mereka ingat jika selain minuman, di pantry ada menu yang selalu mereka rindukan.

”Adalah…” lanjut resepsionis. Semua orang di kubikal sadar jika Natin tahu tak seorang pun pergi ke pantry pagi itu. Jadi dia minta resepsionis membacakannya lewat pengeras suara.

”MEMOTIVASI DIRI SENDIRI.” resepsionis mengakhiri bunyi pengumumannya.

Orang-orang di kubikal temangu untuk beberapa waktu. Lalu mereka saling pandang. Tak lama kemudian wajah tegang mereka mulai mencair. Lantas mereka membayangkan satu hal yang sama;” Natin tidak pernah kehabisan jalan untuk menginspirasi……”

”YYEEAAAAAAAHHHHHH….!” teriak Opri sambil mengacungkan kepalan tangannya. ”MOTIVASI DIRI KALIAN SENDIRI!” pekiknya.
Semua orang di kubikal pada diam aja. Agak risih juga dengan gaya Opri yang mirip para motivator di panggung seminar paling heboh.

”Eh… gue…. gue salah ya?” Gantian Opri yang jadi gugup.

Setelah beberapa detik berlalu. Semua orang di kubikal mengerubutinya. Mengelu-elukannya. Persis seperti para penggemar musik tengah mengelilingi bintang pop pujaannya.

”Yeeeeaaaaaa…… Motivasi diri sendiri yeaaaa……” semua orang berteriak dan melompat.

”Pengumuman lanjutan…” demikian resepsonis meneruskan. Sungguh diluar dugaan. Natin ternyata belum berhenti dengan kalimat pendek menu hari ini yang dititipkannya kepada resepsionis. Lalu mereka mendengarkan dengan seksama.

Jangan terlalu berharap kepada orang lain untuk memotivasi dirimu. Karena tak seorang pun bisa melakukan itu.

Termasuk motivator yang dibayar mahal sekalipun?
Emmmmh… kelihatannya sih begitu.

Meskipun motivasi bisa datang dari luar. Tapi nggak ada yang bisa melebihi kekuatan motivasi yang datang dari dalam dirimu sendiri.

Atasanmu. Bawahanmu. Bisa memotivasi dirimu. Ketika mereka berperilaku seperti apa maumu. Tapi. Ketika atasanmu memutuskan sesuatu yang tidak berkenan dihatimu. Atau ketika bawahanmu tidak menuruti keinginan kamu. Maka, mereka berubah menjadi orang-orang yang dengan mudah membuat motivasimu runtuh.

Istrimu. Suamimu. Pacarmu. Bisa memotivasi dirimu. Ketika perangai dan perilaku mereka sesuai dengan seleramu. Namun ketika istrimu menuntut sesuatu yang kamu tidak mampu memenuhinya. Ketika suamimu tidak memujimu seperti ketika tubuhmu masih seksi dulu. Ketika pacarmu membuatmu cemburu. Mereka bisa berubah menjadi pribadi-pribadi yang meluluh lantakkan motivasimu.

Temanmu pun begitu.
Tak ada orang yang bisa menjadi motivator abadi bagimu. Karena semua orang mempunyai keterbatasan. Karena setiap insan memiliki kelemahan. Karena setiap pribadi mempunyai kepentingannya sendiri-sendiri. Maka tidak elok jika kita menggantungkan motivasi diri kita sendiri kepada orang lain. Sebab tak seorang pun sanggup selama 24 jam mendapingi dirimu.

Sungguh.
Hanya dirimu sendiri yang bisa begitu. Maka. Belajarlah untuk selalu memotivasi dirimu sendiri. Jika kamu bisa begitu. Maka kamu akan tetap termotivasi dalam keadaan seberat apapun. Dalam situasi sesulit apapun. Dalam suasana yang paling menyebalkan sekalipun.

Belajarlah untuk memotivasi diri sendiri.
Karena. Hanya dirimu sendiri. Yang bisa begitu.

Resepsionis mengakhiri pengumumannya.
Ajaib sekali. Semua wajah sudah kembali cerah. Semua senyum sumeringah. Dan suasana di kubikal sudah kembali meriah.

”Eh…, Pak Mergy kok nggak muncul ya…” seseorang nyeletuk dari belakang. Dibalas oleh cekikikan beberapa orang lainnya. Tapi, guyonan itu hanya terjadi sesaat. Karena sesaat kemudian, mereka merasakan keanehan. Aneh jika Pak Mergy tidak tiba-tiba muncul seperti biasanya.

Nggak ada yang memerintahkan. Tapi semua orang di kubikal bergerak menuju ke ruang kerja Pak Mergy. Mereka khawatir jika terjadi apa-apa dengannya.

Benar saja. Dari kaca mereka mengintip. Pak Mergy sedang mengusap air mata yang membasahi pipinya.

”Ngapain kalian pake ngintip kayak gitu!” tanpa menoleh, Pak Mergy membentak dari dalam.

Semua orang pada terkejut. Tapi nggak ada gunanya untuk lari. ”B-Bapak mendengarkan pengumuman dari Natin ya….” imbuh Sekris.

”Ho-ouh…” Pak Mergy mengangguk sambil menyembunyikan wajahnya yang sembab. Oh, lelaki tinggi besar itu ternyata memiliki perasaan yang halus. Beliau terharu dengan isi pengumunan dari Natin yang dibacakan oleh resepsionis.

Semua orang di kubikal merasakan hal yang sama. Pengumuman dari Natin itu benar-benar sangat berpengaruh kepada mereka. Dan sekarang. Mereka sudah tidak sedih lagi atas perlakukan dan kata-kata tak senonoh YKW. Semua kembali semangat lagi. Karena mereka percaya. Bahwa motivasi terbaik itu datang dari dirinya sendiri. Bukan dari atasan. Bukan dari motivator. Bukan dari orang manapun.

Semua orang di kubikal merasa lega. Ternyata Pak Mergy pun terinspirasi juga. Mereka segera balik kanan. Dan bersiap untuk kembali ke kubikalnya masing-masing. Dengan semangat baru. Untuk mengerjakan karya terbaik hari itu.

Namun sebelum mereka melangkah. Suara Pak Mergy terdengar dari dalam ruang kerjanya. “Seandainya orang-orang mau mendengar nasihat saya seperti mereka mendengar nasihat Natin…..” katanya.

Hooooooh……. Orang-orang langsung merasa lemas…..

Tiba-tiba saja semua orang di kubikal menyadari bahwa motivasi memang tidak bisa didapatkan dari siapapun selain dari diri kita sendiri. Itulah sebabnya mengapa. Orang-orang yang mampu memotivasi dirinya sendiri tidak pernah bisa dihempaskan oleh situasi apapun. Mereka tetap saja ceria. Tetap antusias. Tetap bersemangat. Dan tetap. Fokus. Pada. Kontribusi. Terbaiknya. Di hari itu.

Catatan Kaki:
Belajarlah memotivasi diri sendiri. Karena selama kita memilikinya, tidak ada yang bisa melemahkan diri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s