Tengkurap

Masih dengan terapi yang sama.

Visit kali ini sebelum “diketok” sang terapi meminta saya tengkurap. Kemudian mulailah pinggang belakang saya dipukul-pukul. Tidak keras. Pukulan pelan dan lambat-lambat. Ada rasa hangat yang saya rasakan didaerah pinggang. Seharusnya sang terapi bilang ada sesuatu yang berjalan ke arah atas tapi untuk yang itu tidak (belum) saya rasakan. Duh, apakah itu berarti kondisi saya tidak bagus yah ? #ga berani tanya.

Oh ya, selain melakukan terapi-2 tersebut sang terapi menyarankan saya juga untuk pijat ke Paraji (istilah dukun pijat bayi). Setelah cari info sana-sini saya dapat info ke Mak Udin. Usianya sudah sepuh. Dan menurut warga sekitar dimasa mudanya beliau adalah dukun beranak yang handal. Sudah dua kali saya dipijat oleh beliau. Biasanya setelah habis haid. Emak bilang kondisi peranakan saya bagus dan saya diminta untuk satu kali lagi visit. Namun emak juga tidak bisa menjanjikan apa-apa karena bagaimanapun semua kembali kepada kehendak-NYA.

Ya Allah, semoga ada keajaiban dibulan Maret ini untuk kami.

 

 

HSG & Hidrotubasi

Sebelum melakukan HSG atau Hidro, ga ada salahnya baca artikel ini dulu, supaya kita juga lebih siap.

Artikel ini saya kutip  dari http://www.ayahbunda.co.id, selamat membaca :

Apa itu histerosalpingografi?

Pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG), dikenal juga dengan pemeriksaan uterosalpingografi, adalah pemeriksaan sinar X dengan memakai cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran telur (tuba fallopii).

Apa tujuannya?

Untuk mengetahui kondisi saluran telur sekaligus apakah ada sumbatan dan letaknya pada saluran telur yang bisa menyebabkan infertilitas. Pemeriksaan HSG juga bisa mengevaluasi bentuk, ukuran dan struktur rongga rahim sehingga bisa mendeteksi beberapa kelainan seperti tumor jinak di rahim yang tumbuh ke arah rongga rahim (mioma uteri jenis submukosum), polip rahim, perlengketan (adesi) dinding rahim, atau kelainan bawaan rongga rahim seperti adanya sekat pada rahim (septum). Pemeriksaan ini juga bisa mengetahui penyebab keguguran berulang.

Kapan dilakukan?

Sesudah haid tapi sebelum ovulasi, yaitu antara hari ke-9 sampai ke-14 siklus haid, untuk memastikan Anda tidak hamil ketika pemeriksaan ini dilakukan. Pemeriksaan HSG tidak boleh dilakukan ketika menstruasi, karena  pembuluh darah sedang dalam keadaan terbuka sehingga dikhawatirkan menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. HSG juga sebaiknya tidak dilakukan bila Anda mengalami infeksi di saluran reproduksi atau di daerah panggul (pelvis) yang kronis, penyakit menular seksual, serta bila Anda baru menjalani operasi rahim atau saluran telur.

Bagaimana cara pemeriksaannya?

Pemeriksaan ini dilakukan di bagian radiologi seperti saat Anda melakukan foto Rontgen. Setelah mengganti baju dengan baju pemeriksaan dan melepaskan perhiasaan, Anda diminta berbaring dengan kedua paha terbuka (posisi litotomi), seperti pemeriksaan pap smear. Dokter radiologi akan memasukkan spekulum ke vagina sehingga mulut rahim terlihat, lalu kateter dimasukkan ke rongga rahim melalui mulut rahim. Cairan kontras disuntikkan ke dalam rahim melalui kateter dan spekulum dikeluarkan. Beberapa foto rontgen akan diambil ketika cairan memenuhi rahim, masuk ke dalam saluran telur hingga –bila tidak ada sumbatan– tumpah ke dalam rongga perut. Biasanya, prosedur ini berlangsung selama 30 menit. Setelah selesai, kateter dilepas dan Anda diminta tetap berbaring selama beberapa menit, lalu dipersilakan bangun dan mengganti pakaian. Anda bisa makan dan minum seperti biasa sebelum dan sesudah pemeriksaan, serta diminta buang air kecil untuk mengosongkan kandung kemih.

Sakitkah?

Anda akan merasa tidak nyaman ketika kateter dipasang dan cairan kontras disuntikkan, bahkan merasakan kram perut seperti ketika menstruasi bila ada sumbatan di saluran telur. Anda juga bisa merasakan sakit kepala ringan dan sakit di perut bagian bawah karena iritasi di selaput perut (peritoneum). Namun, rasa sakit tersebut tidak akan berlangsung lama. Lagipula, Anda akan diberi obat penahan sakit (anti-nyeri) saat pemeriksaan dilakukan. Mungkin Anda juga diberi antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi akibat pemeriksaan ini.

Kapan hasil pemeriksaan bisa diperoleh?

Hasilnya bisa diperoleh hari itu juga. Dokter radiologi akan memberikan analisis dari pemeriksaan tersebut, lalu dokter kandungan yang menangani Anda akan menjelaskan langkah terapi apa yang perlu Anda lakukan bila ternyata ditemukan masalah yang mengganggu kesuburan Anda.

Apakah ada efek sampingnya?

Pemeriksaan ini cukup aman dan jarang menimbulkan komplikasi. Memang ada risiko alergi, tapi kecil karena sebelum pemeriksaan, Anda akan menjalani skin test terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Anda ada alergi cairan kontras yang digunakan atau tidak. Bila Anda tidak alergi cairan kontras tersebut, justru dapat menghambat pertumbuhan kuman dan meningkatkan imunitas terhadap kuman karena mengandung zat yang bersifat antiseptik. Sinar X yang digunakan juga dalam dosis yang dikontrol untuk meminimalkan paparan radiasi yang Anda terima. Anda tidak perlu khawatir bila muncul flek selama beberapa hari setelah pemeriksaan HSG. Hal itu normal terjadi.

Benarkah pasien bisa hamil setelah pemeriksaan?

Beberapa penelitian membuktikan, pemeriksaan HSG bisa meningkatkan fertilitas pada wanita yang pernah menjalaninya, terutama pada wanita yang mengalami masalah pada saluran telurnya. Alasannya, cairan kontras yang disemprotkan ke rahim terkadang bisa membuka saluran telur yang tersumbat sehingga membantu wanita yang bersangkutan bisa hamil. Selain ‘membersihkan’ sumbatan, pemeriksaan ini juga bisa meluruskan saluran telur, menstimulasi sel silia di saluran telur atau meningkatkan cairan mukosa di leher rahim (serviks) yang kesemuanya mendukung terjadinya kehamilan.

Apakah HSG sama dengan ‘tiup rahim’?

HSG berbeda dengan pertubasi atau hidrotubasi atau yang dikenal dengan ‘tiup rahim’. Pemeriksaan pertubasi menggunakan gas CO2 yang ditiupkan ke rahim sedangkan hidrotubasi memakai cairan yang mengandung antibiotik. Penilaian pertubasi umumnya secara subjektif atau dapat juga dibuat rekaman kymograf terhadap tekanan uterus. Walau semua pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah ada sumbatan di saluran telur, namun pemeriksaan HSG memberikan hasil yang lebih akurat dan lengkap. Lewat hasil foto sinar X bisa diketahui secara pasti saluran mana yang tersumbat dan di mana letak sumbatannya. Sementara pada pertubasi atau hidrotubasi, letak sumbatan tidak bisa diketahui secara pasti –demikian pula saluran yang mana– karena hanya bisa diketahui ada sumbatan dari perubahan tekanan gas saat dimasukkan.

Hysterosalpingogram

Atas saran sang terapi akhirnya saya melakulan HSG. Ini pengalaman pertama buat saya. Walaupun dulu saya pernah melakukan hydrotubasi tapi tetap saja perasaan takut dan waswas menghantui saya.

Setelah melakukan kontak dengan Radiologi, biasanya mereka akan menanyakan hari pertama kita haid. Kemudian dari situ mereka memberikan tanggal yang bisa ikuti untuk HSG. Kenapa begitu?  Karena HSG dilakukan setelah haid selesai dan sebelum ovulasi, jadi biasanya HSG akan dilakukan pada hari 9-11 dari tanggal haid pertama .

Tanggal 1 Feb 2012 jadwal saya melakukan HSG. Setelah mengisi administrasi saya diminta mengganti pakaian dengan jubah yang sudah disediakan. Saya juga diberi obat anti sakit yang dimasukan lewat an*s.
Setelah berbaring di dengan posisi litotomi (kaya mau melahirkan gitu), mulai deh bu dokter memasang katerer dan rekannya ke miss V. Dan karena saya tegang saya sampe ga nyadar cengkram tangan suster (maaf ya sus hehe), Dr. bilang jangan tegang , anggap saja kita lagi ML (wuah, mana bisa bayangin gituan, lihat selangnya aja udah bikin stress).

Akhirnya… klik…klik… HSG dilakukan. Tindakan HSG sendiri tidak lebih dari 30 menit, tidak sakit hanya  mules (seperti mau pup) dan perut seperti kram. Setelah tindakan itu kita sudah boleh makan apa saja. Cuma satu pesan dokter : hari ini  jangan ‘campur’ dahulu ya!!

Nah ini urutan pemeriksaan  HSG berdasarkan pengalaman saya :

  • Kontak bagian radialogi : mereka akan memberikan tangal HSG
  • Tidak boleh campur dengan suami 2-3 hari sebelum hari HSG
  • Bawa pembalut
  • Jangan tegang
  • Jangan lupa bawa uang :)

Hasil HSG bisa langsung kita dapatkan hari itu juga, sekitar + 2 jam kita tunggu.

Dan walaupun hasil HSG saya kurang memuaskan, harus tetap semangat karena kita tidak pernah tahu rencana Allah buat kita.

Oh ya, saya HSG di :

RSIA. Permata Cibubur

dr. Aziza G Icksan SpRad (K)

Biaya Rp. 500.000,-

Buat yang mau HSG …. semangat ya ^_^

Bersila

Ga terasa hari ini  adalah  visit saya yg ke 7..  semoga dengan jalan ini Allah memberikannya untuk kami. Amin

Awal tahun ini c Mas semangat sekali mengajak saya terapi demi kehadiran si buah hati. Terapi  alternatif. Saya sih suprise aja tumben dia ada inisiatif  hehe.. Biasanya saya yang suka bawel ngajak-ngajak dia.

Kenapa saya sebut Terapi Bersila ? karena pada saat diterapi saya diminta duduk bersila, kedua telapak tangan diletakkan di atas paha dalam posisi membuka (kalo saya bilang mirip orang lagi meditasi. Kemudian Sang terapi (saya sebut saja begitu) duduk dibelakang saya dengan posisi yang sama dengan saya. Kalo tidak salah istilahnya diketok (diketuk) yaitu mengetuk-mengetuk melalui ujung jari-jari tangan kanannya di punggung saya.

Pada visit pertama, sang terapi bilang bahwa anti bodi saya terlalu tinggi (heran juga sih kenapa info ini baru saya dapat sekarang, padahal saya sudah wara-wiri ke Dr.Spog ). Saya diminta memakan 2 lembar daun pepaya mentah setiap hari (wek.. kebayang deh pahitnya), kami juga diharapkan mengurangi makan daging, stop merokok dan tidak makan goreng-2an, minum air kelapa setiap hari (klo ini sih aku suka banget). Olahraga dan terutama banyak berdo’a.

Dan sudah satu bulan ini kami menjalaninya Menu rebusan, cemilan rebusan, wah bisa ngirit minyak nih xixix

        

Insya Allah semoga terapi ini membawa manfaat untuk kami, Tapi semua karena Allah. Apabila Allah berkehendak maka semoga dimudahkan…. Karena kami hanya makhluk yang hanya bisa berusaha dan berdoa.

“Jika Allah sudah berkata ‘KUN FAYAKUN’, jadilah! Maka jadilah ia. Maha Suci Allah, yang ditangan-Nya Segala Kekuasaan, Kepada-Nyalah semua urusan dikembalikan ” (Surah Yassin : 82-83)

Menjadi Ibu

Siapa sih yang tidak ingin memiliki anak ? …

Dok. Google

Tahun ini kami akan melewati 11th aniversary. Bukan waktu yang singkat melewati semuanya hanya berdua… Belum lagi pertanyaan dari kerabat dan rekan yg selalu bertanya “kapan punya momongan? ” Ugh, entah sudah berapa ratus kali kami menerima pertanyaan sejenis. Biasanya saya hanya tersenyum dan meminta mereka untuk mendo’akan saya.

Andai mereka tahu kalau kami juga rindu untuk memiliki buah hati. Suatu harapan yang selalu kami bawa dalam setiap do’a. Sebagai seorang istri tentunya saya juga ingin merasakan fase kehidupan menjadi seorang Ibu. Selain itu juga ingin membahagiakan suami karena anak adalah cahaya mata, penghibur hati penyejuk jiwa meski suami tidak pernah terlalu menuntut tentang hal ini. Saya juga ingin menjaga kelangsungan keturunan dengan melahirkan generasi-generasi muslim, yang akan bersama-sama berjuang mengagungkan nama Allah swt di muka bumi ini. Insya Allah.

Ketika memutuskan untuk menikah tidak ada niat sedikitpun untuk kami menunda kehamilan.. Meski pada waktu itu saya masih berstatus mahasiswi tingkat 2 dan suami tingkat akhir. Segera memiliki anak  adalah harapan kami setelah menikah.

Setelah 1.5 tahun tidak ada juga tanda-2 kehamilan akhirnya kami memutuskan untuk konsultasi ke Dr.Spog, waktu itu saya dinyatakan memilkii Kista di ovarium. Lemes rasanya mendengar berita itu. Tapi kemudian saya & suami memutuskan untuk mecari second opinion. Dan di Dr.Spog kedua pun ternyata hasilnya sama. Tahun 2002 saya melakukan operasi pengangkatan kista.

Dok. Google

Anak adalah amanah Allah, setelah melalui berbagai pengobatan entah itu medis ataupun alternative kehamilan itu belum kami dapatkan. Saya percaya bahwa ini adalah bentuk ujian kesabaran untuk saya dan suami. Kami tidak akan pernah putus asa berdo’a meminta diberi kepercayaan untuk memiliki keturunan.

“ Rabbihabliimilladunka dzurriyatan thayyibah, innaka samii `udduaa.”

Ya Tuhanku berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengarkan do`a. (Doa nabi Zakariya memohon keturunan, QS Al-Imran:38).